Senin, 26 Desember 2011

Memanfaatkan Nilai Lebih Sang Senator

Memanfaatkan Nilai Lebih Sang Senator 

ADA” 
Menjadi seorang pejabat negara merupakan suatu amanah yang sangat berat, kepercayan masyarakat yang memilih menjadi pertanda bahwa mereka mengharapkan suatu perubahan yang mendasar dari berbagai sisi kehidupan. Adanya pemimpin karena adanya pemilih. 
NYATA” 
Dari persoalan kecil hingga besar harus menjadi perhatian, mulai dari sisi perekonomian yang harusnya dapat memakmurkan, ketersediaan sarana kesehatan yang memadai bagi masyarakat golongan bawah, Pendidikan yang dapat menghasilkan SDM yang berkualitas serta masalah Hukum yang dapat memberikan rasa keadilan haruslah menjadi prioritas yang utama bagi seorang anggota DPD. Kesemuanya itu yang diingikan oleh masyarakat, akan tetapi kenyataan di lapangan sering berbanding terbalik dengan amanat konstitusi / sistem undang-undang kita.
(Real Action) Aksi nyata yang dilakukan adalah terus mengawasi hasil undang-undang yang telah dibuat dan mengevaluasinya. 
FAKTA” 
Menjadi anggota DPD tentunya langsung merefleksikan keragaman dan kekhasan suatu daerah, baik dari adat istiadat, budaya, dan pola karakternya. Tentunya hal ini menjadi nilai lebih yang harus dimaksimalkan. Pengetahuan akan daerah masing-masing (kelebihan dan kekurangan) akan membantu pemerintah untuk dapat menyalurkan anggaran yang proporsional untuk wilayahnya. Untuk itu perlu dilakukan kerjasama dengan pihak pemerintah daerah dan pusat agar proses pembangunan dapat terbangun secara berkesinambungan.
Hal yang akan dilakukan bila menjadi seorang DPD yaitu dengan mengusulkan a.l : 
• Membangun pusat budaya nusantara, diperlukan agar kebudayaan kita tetap terjaga dan sebagai media untuk mempromosikan wisata indonesia, disamping itu dapat juga membangun kerjasama dengan para seniman agar mampu menghadirkan warna kearifan budaya lokal disetiap produk hasil keseniannya (film, novel, musik, dll). 
• Percepatan pembangunan sarana infrastuktur daerah perbatasan. 
• Program pendidikan yang layak (sarana dan prasarana), murah dan berkesinambungan antara lain dengan memberikan bantuan program beasiswa maupun bantuan program riset teknologi. 
• Mengusulkan untuk membuat sarana transportasi murah dan saling terintegrasi antar kota maupun antar provinsi. 
• Membuat UU dan Mengusulkan kepada PEMDA untuk membangunan pasar tradisional yang strategis, bersih dan nyaman. 
• Membuat undang-undang untuk membatasi menjamurnya “pasar2 modern” dan pengetatan akan hadirnya produk luar negeri, dan juga memacu industri lokal dengan cara mempermudah proses perijinan dan menghapus pajak yang dirasa membebani. 
• UU Biaya kesehatan yang terjangkau untuk lapisan masyarakat menengah kebawah. 
• Menekankan kerjasama dengan pihak perusahaan untuk melaksanakan CSR (coorporate social responsibility). 
• Mengusulkan untuk membangun kembali industri strategis negara seperti PT Dirgantara Indonesia, PT Krakatau Steel, PT PAL dsb... 
• Senantiasa lebih proaktif dan inisiatif turun ke lapangan untuk melakukan dialog dengan masyarakat, mampu menjembatani aspirasi masyarakat, memberikan solusi dan menyampaikan hasilnya secara berkala kepada masyarakat. Agar kasus2 seperti tragedi mesuji, kejadian bentrokan berdarah di BIMA NTT, dan konflik di Papua tidak terulang dikemudian hari.... 
Seorang pejabat negara haruslah menjaga nilai integritasnya, apa yang dijanjikan harus direalisasikan dengan benar sesuai fakta dan bertanggung jawab, apabila merasa tidak mampu maka lebih baik mundur dengan kesatria.

Minggu, 18 April 2010

Nilai etika Vs Teknologi

Contoh dampak dari teknologi yang melunturkan nilai etika tradisional yaitu adanya game elektronik, permainan ini dapat melunturkan nilai-nilai kebersamaan yang biasanya didapatkan pada permainan tradisional, kebanyakan game ini bersifat individual dan pemainnya cenderung ketagihan.
HP dapat juga menganggu nilai etika yang ada di masyarakat seperti tidak dapatnya seseorang bertatap muka secara langsung (tidak dapat bersilahturahmi secara langsung)
Baik buruknya teknologi itu tergantung pada penggunanya masing-masing..

Minggu, 04 April 2010

MARKUS

Korupsi merupakan perbuatan menggunakan kekuasaan untuk kepentingan sendiri, dalam hal ini indonesia memiliki peringkat yang sangat memalukan, menurut hasil survei Political and Economic Risk Consultancy (PERC), indonesia menempati urutan teratas dalam daftar negara paling korup di antara 16 negara tujuan investasi di asia pasifik.
Berita yang paling hangat akhir – akhir ini yang terangkat di media masa adalah mengenai merebaknya MARKUS (makelar kasus) di jajaran institusi pemerintah, mulai dari Kepolisian, Kejaksaan, dan Kehakiman dll. Sungguh pemandangan yang ironis mengingat merekalah yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan korupsi di indonesia selain KPK tentunya. Banyaknya markus yang berseliweran di institusi tersebut tak lepas dari lemahnya mentalitas petugas negara, betapapun telah ditingkatkannya kesejahtaraan akan tetapi apabila tidak disertai pengawasan yang ketat maka tentu markus akan melihat celah tersebut sebagai peluang yang akan terus dimanfaatkan untuk kepentingan yang tidak halal.
Dalam dunia perpajakan tindakan suap-menyuap juga bukan hal yang baru, pengusaha sebagai wajib pajak memiliki kepentingan yang tentunya berbeda dengan pemerintah, dalam hal ini mereka memerlukan seseorang yang dapat “meringankan” nilai uang yang seharusnya mereka setorkan kepada negara. Seseorang itulah yang pada akhirnya menjadi makelar kasus, dimana mereka juga akan mendapatkan keuntungan pribadi atas “jasanya” itu, dengan nilai yang menggiurkan tentunya.Orang-orang yang menjadi makelar kasus rata-rata memiliki nyali yang tinggi hal ini sebanding dengan risiko yang akan mereka hadapi. Banyaknya makelar kasus di Indonesia tak lepas dari lemahnya sistem yang dibangun.
Solusi untuk menghindari makelar kasus diantaranya :
1. Diperlukan adanya transparansi masalah yang diproses, dilihat dengan adanya progress report disetiap kasus yang akan diselesaikan. (Sudah sejauh mana kasus itu dikerjakan).
2. Pelayanan satu atap agar masalah yang akan diproses lebih mudah dan ekonomis.
3. Adanya sistem punish and reward kepada petugas di jajaran birokrasi.
4. Adanya pengawas independent semisal LSM/NGO.
5. Pembenahan mentalitas petugas dilapangan dengan memberikan penyuluhan agama.

Senin, 06 Juli 2009

Tugas 7 deteksi warna kulit

Deteksi Warna Kulit

Satu fungsi image adalah satu penyajian matematis dari satu image, antara lain: f ( x) = f ( x,y ) intensitas cahaya atau daya pada posisi x. Satu dapat tulis: f ( x) = i( x). r ( x) dengan i (x ) iluminasi dan r (x ) pemantulan. Keduanya adalah terbatas: MEMASUKI<= i( x) <= dan memasuki<= r ( x) <= 1, sesuai dengan total pemantulan batas serapan dan penjumlahan. Pentingnya r (x ) dalam hal ini, tapi dengan cahaya struktur dan bentuk dari menaungi i(x ) permainan satu peran penting. Dengan tampilan hitam dan putih , f ( x) adalah satu nilai skalar; di image spektral multi f (x ) adalah satu nilai vektor. Image yang punya f 3 dimensi: f ( x) = { fred (x ), fgreen (x ), fblue (x )}. Pencitraan image diambil dari satelit atau pesawat udara, menghasilkan satu image yang mana dapat bisa berada pada dimensi 30 sampai dimensi 256 . Untuk 3 - D menggambar satu x= penggunaan {x,y,x }, dan untuk satu gugus berkala image: f ( x,t ). Satu model pendigitan dideskripsikan pada koordinat digtal ruang dan waktu, memanggil sampling, dan nilai intensitas tersebut, disebut dengan kuantisasi. Kamera CCD dan scanner sering mempergunakan persegi untuk melakukan sampling; pancaran pemasukan kemudian adalah terintegrasi berlalu area atau bagian dari ini. Untuk menggambar image yang mana harus diperlihatkan pada televisi, segiempat memiliki sisi dengan rasio 4:3 ( rasio aspek) atau 16:9 untuk layar lebar paling baru standar TV. Format lain digunakan juga pada kamera CCD percobaan seperti titik bersudut enam. Ini mempunyai keuntungan pada satu titik yang punya memiliki jenis sesuatu dari titik berdekatan. Ketika memilih satu sistem kamera lensa zoom, pastikan bahwa resolusinya cukup tinggi jadi saat itu resolusi paling kecil punya satu luas permukan dari paling tidak pada suatu titik tertentu. Banyaknya pixel yang diperlukan tergantung pada kebutuhan yang diukur dan dengan akurasi yang dihitung. Lebih tinggi daya pisah, makin banyak tempat yang diperlukan untuk penyimpanan ini. Waktu kalkulasi untuk algoritma juga bertambah, misal seperti n.ln (n ), n2 atau n3, n menjadi beberapa titik. Itulah sebabnya mengapa daya pisah piramida dipergunakan: antara lain dari satu 512*512 memperoleh image, kita hitung pertama 256*256, 128*128, 64*64, dsb. image. Menemukan objek dapat terjadi pada 64*64 gambar. Menentukan permukaan dari satu objek kemudian lebih tepat pada 512*512 gambar. Tentu, waktu yang ada harus dibebani siap sedia dibutuhkan ke bangun piramida seperti halnya ingatan ekstra memerlukan simpan image. Bagaimanapun, sejumlah titik pada image ekstra tidak akan pernah lebih dari sejumlah titik pada image asli (melihat bab 7.1.1). Sejumlah bytes memerlukan untuk menyimpan data intermediate, seperti itu tepi dari objek, dapat kurang

Jawaban Tugas 7 (Deteksi Huruf dan Angka)

Aplikasi
pengenalan angka dan huruf menggunakan Jaringan Syaraf Buatan (JSB)

Secara umum dan sederhana, citra dapatdidefinisikan sebagai representasi visual dari suatu objek. Lebih jauh citra juga dapat diartikan sebagai gambaran yang representatif mengenai suatu objek sedemikian sehingga citra tersebut dapat memberikan kesan yang mendalam mengenai objek yang dimaksud. Jika ingin mendefinisikannya lebih bebas lagi, citra dapat didefinisikan sebagai bentuk visual yang dapat diterima secara baik oleh indera penglihatan, apapun bentuknya. Dalam bidang komputer, citra atau disebut juga image merupakan representasi visual dari suatu objek setelah mengalami berbagai transformasi data dari berbagai bentuk rangkaian numerik.

Untuk mendapatkan data yang akurat dan konsisten dari setiap sampel, digunakan suatu metode sederhana yaitu dengan cara menghitung jumlah pixel aktif yang terdapat pada bagian-bagian dari sampel. Adapun algoritma umum dari pengekstrakan data numerik dari setiap sampel adalah sebagai berikut :
1. Setiap sampel yang diamati, dibagi menjadi beberapa area, misalnya 4 kolom dan 5 baris,sehingga akan terdapat 20 area pengamatan; 2. jumlah pixel yang aktif dari setiap area yang ada dihitung secara akurat;
3. dihasilkan sejumlah 20 data numerik dengan atribut kolom dan baris yang diharapkan dapat mewakili data ciri dari sampel yang diamati. Setelah melalui tahapan normalisasi, data-data numerik tadi akan menjadi data input pada JSB. Dengan demikian jumlah area yang ada pada setiap sampel akan bersesuaian dengan jumlah neuron input JSB yang akan digunakan. Agar dapat dihasilkan kumpulan data yang seragam, maka setiap sampel yang akan diamati haruslah memiliki jumlah area pembagian
yang sama.

Jawaban Tugas 7 (image Retrieval)

Image Retrieval

Ada dua cara yang dapat dilakukan dalam pengambilan kembali suatu image atau image retrieval
a. context-based adalah pengambilan data dengan merujuk pada kandungan semantik berkaitan dengan image, biasanya berhubungan dengan deskripsi image misalnya keyword dari image.
b. content-based adalah pengambilan data dengan merujuk pada fitur image seperti warna, tekstur, bentuk, atau kombinasi atau yang biasa desebut dengan Content Based Image Retrieval (CBIR).
Pada perkembangannya teknik context based menjadi tidak praktis dikarenakan adanya ukuran basis data yang besar dan penilaian subjektif dalam mengartikan image dengan text. Untuk menghindari teknik ini, maka digunakan pendekatan lain dalam image retrieval yaitu content based.CBIR adalah salah satu metodologi untuk pemanggilan kembali data image berdasarkan content sebuah image. Teknik CBIR yang banyak digunakan adalah teknik warna, teknik tekstur, dan teknik bentuk. Pada sistem CBIR, content visual dari image akan diekstraksi dan diuraikan menggunakan metode pengekstrakan ciri. Untuk mendapatkan kembali image, user menginputkan query image. Kemudian sistem akan mengekstrak image tersebut sehingga menghasilkan fitur ciri image. Fitur ciri image query dan image dalam database akan dicari similaritynya. Image yang memiliki nilai similarity yang paling tinggi akan muncul diurutan teratas. Gambar dibawah ini memperlihatkan bentuk umum sistem CBIR. Pada image tersebut terdapat dua jalur utama yaitu query dan database. Pada kedua lajur tersebut terdapat visual content description yang akan digunakan untuk proses similarity comparison, indexing dan retrieval.