Senin, 06 Juli 2009

Jawaban Tugas 6

// searching for vertical lines

short[,] vse = new short[3, 3] {
{ 0, 1, 0 },
{ 0, 1, 0 },
{ 0, 1, 0 }
};
AForge.Imaging.Filters.HitAndMiss vFilter =
new AForge.Imaging.Filters.HitAndMiss( vse );
System.Drawing.Bitmap vImage = vFilter.Apply( image );
// searching for horizontal lines

short[,] hse = new short[3, 3] {
{ 0, 0, 0 },
{ 1, 1, 1 },
{ 0, 0, 0 }
};
AForge.Imaging.Filters.HitAndMiss hFilter =
new AForge.Imaging.Filters.HitAndMiss( hse );
System.Drawing.Bitmap hImage = hFilter.Apply( image );


source code 2
// create filter sequence
AForge.Imaging.Filters.FiltersSequence filterSequence =
new AForge.Imaging.Filters.FiltersSequence();
// add 8 thinning filters with different structuring elements
filterSequence.Add(new AForge.Imaging.Filters.HitAndMiss(
new short [,] {{0, 0, 0}, {-1, 1, -1}, {1, 1, 1}}, HitAndMissMode.Thinning ));
filterSequence.Add(new AForge.Imaging.Filters.HitAndMiss(
new short [,] {{-1, 0, 0}, {1, 1, 0}, {-1, 1, -1}}, HitAndMissMode.Thinning ));
filterSequence.Add(new AForge.Imaging.Filters.HitAndMiss(
new short [,] {{1, -1, 0}, {1, 1, 0}, {1, -1, 0}}, HitAndMissMode.Thinning ));
filterSequence.Add(new AForge.Imaging.Filters.HitAndMiss(
new short [,] {{-1, 1, -1}, {1, 1, 0}, {-1, 0, 0}}, HitAndMissMode.Thinning ));
filterSequence.Add(new AForge.Imaging.Filters.HitAndMiss(
new short [,] {{1, 1, 1}, {-1, 1, -1}, {0, 0, 0}}, HitAndMissMode.Thinning ));
filterSequence.Add(new AForge.Imaging.Filters.HitAndMiss(
new short [,] {{-1, 1, -1}, {0, 1, 1}, {0, 0, -1}}, HitAndMissMode.Thinning ));
filterSequence.Add(new AForge.Imaging.Filters.HitAndMiss(
new short [,] {{0, -1, 1}, {0, 1, 1}, {0, -1, 1}}, HitAndMissMode.Thinning ));
filterSequence.Add(new AForge.Imaging.Filters.HitAndMiss(
new short [,] {{0, 0, -1}, {0, 1, 1}, {-1, 1, -1}}, HitAndMissMode.Thinning ));
// create filter iterator for 10 iterations
AForge.Imaging.Filters.FilterIterator filter =
new AForge.Imaging.Filters.FilterIterator(filterSequence, 10);

Jawaban Tugas 7

Deteksi Warna Kulit


Satu fungsi image adalah satu penyajian matematis dari satu image, antara lain: f ( x) = f ( x,y ) intensitas cahaya atau daya pada posisi x. Satu dapat tulis: f ( x) = i( x). r ( x) dengan i (x ) iluminasi dan r (x ) pemantulan. Keduanya adalah terbatas: MEMASUKI<= i( x) <= dan memasuki<= r ( x) <= 1, sesuai dengan total pemantulan batas serapan dan penjumlahan. Pentingnya r (x ) dalam hal ini, tapi dengan cahaya struktur dan bentuk dari menaungi i(x ) permainan satu peran penting. Dengan tampilan hitam dan putih , f ( x) adalah satu nilai skalar; di image spektral multi f (x ) adalah satu nilai vektor. Image yang punya f 3 dimensi: f ( x) = { fred (x ), fgreen (x ), fblue (x )}. Pencitraan image diambil dari satelit atau pesawat udara, menghasilkan satu image yang mana dapat bisa berada pada dimensi 30 sampai dimensi 256 . Untuk 3 - D menggambar satu x= penggunaan {x,y,x }, dan untuk satu gugus berkala image: f ( x,t ).

Satu model pendigitan dideskripsikan pada koordinat digtal ruang dan waktu, memanggil sampling, dan nilai intensitas tersebut, disebut dengan kuantisasi. Kamera CCD dan scanner sering mempergunakan persegi untuk melakukan sampling; pancaran pemasukan kemudian adalah terintegrasi berlalu area atau bagian dari ini. Untuk menggambar image yang mana harus diperlihatkan pada televisi, segiempat memiliki sisi dengan rasio 4:3 ( rasio aspek) atau 16:9 untuk layar lebar paling baru standar TV. Format lain digunakan juga pada kamera CCD percobaan seperti titik bersudut enam. Ini mempunyai keuntungan pada satu titik yang punya memiliki jenis sesuatu dari titik berdekatan.

Ketika memilih satu sistem kamera lensa zoom, pastikan bahwa resolusinya cukup tinggi jadi saat itu resolusi paling kecil punya satu luas permukan dari paling tidak pada suatu titik tertentu. Banyaknya pixel yang diperlukan tergantung pada kebutuhan yang diukur dan dengan akurasi yang dihitung. Lebih tinggi daya pisah, makin banyak tempat yang diperlukan untuk penyimpanan ini. Waktu kalkulasi untuk algoritma juga bertambah, misal seperti n.ln (n ), n2 atau n3, n menjadi beberapa titik.

Itulah sebabnya mengapa daya pisah piramida dipergunakan: antara lain dari satu 512*512 memperoleh image, kita hitung pertama 256*256, 128*128, 64*64, dsb. image. Menemukan objek dapat terjadi pada 64*64 gambar. Menentukan permukaan dari satu objek kemudian lebih tepat pada 512*512 gambar. Tentu, waktu yang ada harus dibebani siap sedia dibutuhkan ke bangun piramida seperti halnya ingatan ekstra memerlukan simpan image. Bagaimanapun, sejumlah titik pada image ekstra tidak akan pernah lebih dari sejumlah titik pada image asli (melihat bab 7.1.1). Sejumlah bytes memerlukan untuk menyimpan data intermediate, seperti itu tepi dari objek, dapat kurang

Jawaban Tugas 5

Program di bawah ini merupakan program utama dari program untuk pengenalan angka dari 0 - 9 :

//Konversi dari data pixel ke RGB dan dari data RGB ke data Pixel:
void WarnaToRGB(long int warna,int *Red, int *Green, int *Blue)
{
*Red = warna & 0x000000FF;
*Green = (warna & 0x0000FF00) >> 8;
*Blue = (warna & 0x00FF0000) >> 16;
}
long int RGBToWarna(int Red, int Green, int Blue){return(Red+(Green<<8)+(Blue<<16));
}

//Program untuk melakukan load angka (*.bmp).
void CAngkaDlg::OnLoad1()
{static char BASED_CODE szFilter[]="Bitmap Files (*.bmp)|*.bmp||";
CFileDialog m_ldFile(TRUE,"*.bmp",name, OFN_HIDEREADONLY|OFN_OVERWRITEPROMPT,szFilter);
if(m_ldFile.DoModal()==IDOK) { name=m_ldFile.GetPathName();
}
CDC* pDC = m_pic1.GetDC(); CDC dcMem;
CRect rect; BITMAP bm;
HBITMAP hBitmap=(HBITMAP)::LoadImage(AfxGetInstanceHandle(),name,IMAGE_BITMAP,0,0,LR_LOADFROMFILE|LR_CREATEDIBSECTION);
if(hBitmap) {
if(m_bmpBitmap.DeleteObject()) m_bmpBitmap.Detach(); m_bmpBitmap.Attach(hBitmap);
}
m_pic1.GetClientRect(rect); m_bmpBitmap.GetBitmap(&bm);
dcMem.CreateCompatibleDC(pDC); dcMem.SelectObject(&m_bmpBitmap);
pDC->StretchBlt(0,0,rect.Width(),rect.Height(),&dcMem,0,0, bm.bmWidth,bm.bmHeight,SRCCOPY);
}

//Program untuk menampilkan proyeksi integral horizontal dari angka .
void CAngkaDlg::OnHip1() {
int i,j; int red,green,blue; long int warna;
CDC* pDC = m_pic1.GetDC(); CDC dcMem; CRect rect; BITMAP bm;
HBITMAP hBitmap=(HBITMAP)::LoadImage(AfxGetInstanceHandle(),name,IMAGE_BITMAP,0,0,LR_LOADFROMFILE|LR_CREATEDIBSECTION);
m_pic1.GetClientRect(rect); m_bmpBitmap.GetBimap(&bm);
dcMem.CreateCompatibleDC(pDC); dcMem.SelectObject(&m_bmpBitmap);
for(j=0;j<,bm.bmWidth;j++){
hx1[j]=0;
for(i=0;i<,bm.bmHeight;i++)
{
warna=dcMem.GetPixel(j,i);
WarnaToRGB(warna,&red,&green,&blue);
hx1[j]+=(float)(255-red)/255;}
hx1[j]=hx1[j]/2;
}
CDC* pDC1 = m_pic3.GetDC();
for(i=1;iMoveTo(i*0.75,0);
pDC1->LineTo(i*0.75,hx1[i]); }
pDC->StretchBlt(0,0,rect.Width(),rect.Height(),&dcMem,0,0, bm.bmWidth,bm.bmHeight,SRCCOPY);
}

//Program untuk menampilkan proyeksi integral vertikal dari angka.
void CAngkaDlg::OnVip1() {
int i,j; int warna,red,green,blue; CDC* pDC = m_pic1.GetDC();
CDC dcMem1; CRect rect; BITMAP bm;
HBITMAP hBitmap=(HBITMAP)::LoadImage(AfxGetInstanceHandle(),name,IMAGE_BITMAP,0,0,LR_LOADFROMFILE|LR_CREATEDIBSECTION);
if(hBitmap) {
if(m_bmpBitmap.DeleteObject()) m_bmpBitmap.Detach();
m_bmpBitmap.Attach(hBitmap); }
m_pic1.GetClientRect(rect); m_bmpBitmap.GetBitmap(&bm);
dcMem1.CreateCompatibleDC(pDC); dcMem1.SelectObject(&m_bmpBitmap);
for(j=0;j<,bm.bmHeight;j++) {
hy1[j]=0;
for(i=0;i<,bm.bmWidth;i++) {
warna=dcMem1.GetPixel(j,i);
warnaToRGB(warna,&red,&green,&blue);
hy1[j]+=(float)(255-red)/255; }
hy1[j]=hy1[j]/2;
}
CDC*pDC1= m_pic2.GetDC(); for(i=0;i
pDC1->MoveTo(0,0.75*i); pDC1->LineTo(hy1[i],0.75*i);
}}

Jawaban Tugas 4

program:
void CMbohDlg::OnButton1()
{ int i,j,red,green,blue,gray; long int warna,warnagray;
CDC* pDC = m_pic1.GetDC(); CDC dcMem1; CRect rect; BITMAP bm;
HBITMAP hBitmap=(HBITMAP)::LoadImage(AfxGetInstanceHandle(),"a.bmp",IMAGE_BITMAP, 0, 0, LR_LOADFROMFILE|LR_CREATEDIBSECTION);
if(hBitmap)
{ if(m_bmpBitmap.DeleteObject()) m_bmpBitmap.Detach(); m_bmpBitmap.Attach(hBitmap);
}
m_pic1.GetClientRect(rect); m_bmpBitmap.GetBitmap(&bm);
dcMem1.CreateCompatibleDC(pDC); dcMem1.SelectObject(&m_bmpBitmap);
for(i=0;iStretchBlt(0,0,rect.Width(),rect.Height(),&dcMem1,0,0,bm.bmWidth,bm.bmHeight,SRCCOPY);
}

void CMbohDlg::OnButton2()
{ int i,j,red,green,blue,th; long int warna,wgray,xgray; CDC* pDC = m_pic2.GetDC(); CDC dcMem1;
CRect rect; BITMAP bm;
HBITMAP hBitmap=(HBITMAP)::LoadImage(AfxGetInstanceHandle(),"a.bmp",IMAGE_BITMAP, 0, 0, LR_LOADFROMFILE|LR_CREATEDIBSECTION);
if(hBitmap)
{
if(m_bmpBitmap.DeleteObject()) m_bmpBitmap.Detach(); m_bmpBitmap.Attach(hBitmap);
}
m_pic2.GetClientRect(rect); m_bmpBitmap.GetBitmap(&bm);
dcMem1.CreateCompatibleDC(pDC); dcMem1.SelectObject(&m_bmpBitmap);
th= int (256/16);
for(i=0;iStretchBlt(0,0,rect.Width(),rect.Height(),&dcMem1,0,0,bm.bmWidth,bm.bmHeight,SRCCOPY);
}

//fungsi menggubah warna ke rgb
void WarnaToRGB(long int warna,int *Red, int *Green, int *Blue)
{ *Red = warna & 0x000000FF; *Green = (warna & 0x0000FF00) >> 8;
*Blue = (warna & 0x00FF0000) >> 16; }

//fungsi mengubah rgb ke warna
long int RGBToWarna(int Red, int Green, int Blue)
{ return(Red+(Green<<8)+(blue<<16));}

Selasa, 30 Juni 2009

Laporan Resmi Praktikum 7

Analisa :

1. Tugas 1

a. Histogram citra gray scale : grafik yang menggambarkan hubungan antara suatu nilai dan banyaknya nilai itu muncul pada sebuah data

b. Kumulatif histogram citra gray scale : banyaknya kemunculan suatu nilai pada sebuah data

c. Histogram equalisasi citra gray scale : suatu proses perataan histogram, dimana distribusi nilai derajat keabuan pada suatu citra dibuat rata

2. Tugas 2


Citra yang dihasilkan menggunakan metode penambahan contrass menjadi lebih terang dari citra aslinya. Namun citra yang dihasilkan tidak teralu baik (terlalu terang).

3. Tugas 3

Citra yang dihasilkan menggunakan metode penambahan brightness menjadi lebih terang dari citra aslinya. Namun citra yang dihasilkan tidak terlalu baik (kabur)

4. Tugas 4

Hasil dari hequalization ternyata sesuai dengan yang terdapat pada teori yaitu naik secara linier. Hal tersebut dikarenakan Hequalization (perataan histogram) adalah suatu proses dimana histogram diratakan berdasarkan suatu fungsi linier (garis lurus)

5. Tugas 5
Citra yang didapatkan melalui proses perbaikan citra (enhancement) menggunakan histogram equalisasi ternyata memang lebih baik (jelas) dibandingkan dengan citra aslinya.

Kesimpulan :
1. Metode histogram equalisasi (perataan citra) memang baik digunakan untuk proses enhancement. Citra yang dihasilkan menjadi lebih baik (jelas)
2. Histogram equalization dilakukan dengan cara meratakan distribusi nilai derajat keabuan dari suatu citra.

Laporan Resmi Praktikum 6

Analisa :

1. Latihan 1
a. Transformasi citra negative

Inversi citra adalah proses negatif pada citra, dimana setiap nilai citra dibalik dengan acuan threshold yang diberikan. Gambar yang dihasilkan baru sedikit terlihat ketika slider dimaksimalkan. Untuk citra dengan derajat keabuan 256, proses inversi citra didefinisikan dengan: xn = 255 – x

b. Transformasi citra dengan fungsi LOG


Transformasi menggunakan fungsi LOG akan mempengaruhi contras dari suatu citra, citra yang ditransformasi menggunakan metode ini akan terlihat lebih terang.

c.Transformasi citra dengan fungsi inverse LOG


Transformasi menggunakan fungsi LOG akan mempengaruhi contras dari suatu citra, citra yang ditransformasi menggunakan metode ini akan terlihat lebih gelap.

d.Transformasi citra Nth power

Transformasi citra Nth power menghasilkan citra yang menyerupai grayscale.

e.Transformasi citra Nth root power


Transformasi citra Nth root power menghasilkan citra yang lebih contras menyerupai transformasi menggunakan fungsi LOG


2. Latihan 2


• Negative : Semakin besar input gray level yang diberikan maka semakin kecil nilai output gray level yang dihasilkan. Nilai output yang didapatkan linier.
• LOG : Mula-mula nilai output gray level yang didapatkan mengalami peningkatan yang cukup besar seiring bertambahnya nilai input. Namun saat mencapai nilai input tertentu, peningkatan nilai output menjadi menurun hingga mendekati kondisi steady.
• Inverse LOG : Mula-mula nilai gray level yang didapatkan mengalami peningkatan yang kecil seiring bertambahnya nilai output. Namun saat mencapai nilai input tertentu, nilai output mengalami peningkatan yang cukup besar hingga mendekati kondisi steady
• Nth power : Karakteristiknya hamper sama seperti inverse LOG, namun lebih mendekati linier.
• Nth power root : Karakteristiknya hamper sama seperti LOG, namun lebih mendekati linier

Kesimpulan :
1. Transformasi citra dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan inverse (negative), proses logaritmik (LOG dan inverse LOG) , dan power law (Nth power dan Nth power root).
2. Untuk transformasi inverse diperlukan nilai maksimum yang didapatkan dari slider. Untuk transformasi LOG dan inverse LOG diperlukan nilai C yang diinputkan melalui text box. Sedangkan untuk transformasi power law dibutuhkan nilai C dan Y yang diinputkan melalui text box

Laporan Resmi Praktikum 5

Analisa :

1. Latihan 1





Source code untuk brightness :


Nilai warna pada setiap pixel akan diambil rata-rata red, green dan bluenya kemudian nilai rata-rata itu akan ditambahkan dengan nilai brightness yang didapat dari textbox, nilai warna akan dibatasi dari 0 sampai dengan 255,kemudian semua titik akan diberikan nilai warna baru tersebut 2. Latihan 2








Source code untuk contrass :

Sama dengan proses brightness pada gambar RGB tetapi nilai k tidak ditambahkan dengan rata-rata nilai red, green bluenya melainkan dikalikan

3. Latihan 3


Source code untuk autolevel :


Auto level akan mengatur brightness dan contrass gambar secara otomatis, dengan cara mencari nilai terbesar dan terkecil rata-rata red green blue tiap-tiap pixel, setelah itu akan dicari jarak antara nilai terkcil dan terbesar yang akan dijadikan sebagai nilai untuk memperbaiki citra, dalam hal ini citra akan diubah ke format grayscale

Kesimpulan :

1. Brightness adalah proses penambahan kecerahan dari nilai derajat keabuan. Proses brightness ini dilakukan dengan menambahkan nilai derajat keabuan dengan suatu nilai penambah.
2. Mengubah kontras dari suatu citra adalah proses pengaturan nilai range interval pada setiap nilai derajat keabuan